UPT Laboratorium Terpadu UNS Selenggarakan Workshop Peningkatan Kompetensi K3 Laboratorium dan Simulasi Tanggap Darurat Bencana

UPT Laboratorium Terpadu Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Workshop Peningkatan Kompetensi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Laboratorium serta Simulasi Tanggap Darurat Bencana pada Senin, 15 Juni 2026, pukul 08.30–15.30 WIB di Gedung 4 (Sri Handayani) UPT Laboratorium Terpadu UNS. Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 40 peserta yang berasal dari lingkungan internal maupun eksternal UNS.

Workshop ini berada di bawah koordinasi Kepala Seksi Akademik UPT Laboratorium Terpadu UNS, Prof. Dr. Endang Susilowati, S.Si., M.Si., dan secara resmi dibuka oleh Kepala UPT Laboratorium Terpadu UNS, Prof. Venty Suryanti, S.Si., M.Phil., Ph.D. Dalam sambutannya, Prof. Venty Suryanti menekankan pentingnya penerapan budaya keselamatan kerja di laboratorium guna menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif.

Sesi pertama menghadirkan Danar Wismono, S.Si., Sustainability Engineer PT HM Sampoerna, Jawa Timur, yang menyampaikan materi mengenai Teori Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Laboratorium berbasis ISO 45001:2018. Pada sesi ini, peserta memperoleh pemahaman tentang prinsip-prinsip sistem manajemen K3, identifikasi bahaya dan penilaian risiko, serta strategi pengendalian risiko untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan laboratorium.

Sesi kedua diisi oleh Tim Pemadam Kebakaran Kota Surakarta yang dipimpin oleh Bapak Donny. Dalam sesi ini, peserta mengikuti simulasi tanggap darurat bencana kebakaran yang dirancang untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi keadaan darurat. Bapak Donny bersama lima anggota tim membagi peserta ke dalam empat kelompok tugas, yaitu kelompok pemadam kebakaran, kelompok penyelamatan aset, kelompok pengamanan area, dan kelompok evakuasi/medis.

Melalui skenario simulasi yang telah disiapkan, seluruh kelompok dituntut bekerja secara cepat, tepat, dan terkoordinasi. Simulasi menetapkan target waktu maksimal 15 menit untuk menyelesaikan seluruh proses penanganan darurat, mulai dari respons awal hingga seluruh peserta berhasil dievakuasi dan berkumpul dengan aman di assembly point.

Sebagai penutup, peserta mengikuti praktik langsung pemadaman api yang berasal dari tabung gas maupun api pada drum terbuka. Praktik ini menggunakan berbagai metode pemadaman, antara lain fire blanket, goni basah, dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Kegiatan praktik ini memberikan pengalaman nyata kepada peserta dalam menggunakan peralatan pemadam kebakaran secara benar dan aman.

Melalui workshop ini, UPT Laboratorium Terpadu UNS berharap dapat meningkatkan kompetensi, kesadaran, dan kesiapsiagaan sivitas akademika serta mitra eksternal dalam menerapkan K3 laboratorium dan menghadapi kondisi darurat, sehingga tercipta lingkungan kerja laboratorium yang lebih aman dan tangguh terhadap berbagai potensi risiko dan bencana.

Bagikan:

Facebook
X
LinkedIn
WhatsApp

Berita Terkait

Berita Terbaru